Virus Baru

•August 25, 2008 • 2 Comments

WASPADAI VIRUS EV 71

Apa itu virus EV 71?

ADA saja perkembangan penyakit baru akhir-akhir ini. Belum tuntas dengan penyebaran virus flu burung, kini muncul lagi virus yang menyerang usus serta kaki dan mulut atau yang disebut enterovirus 71 (EV71).

Enterovirus pertama kali ditemukan tahun 1969. Sejak saat itu, virus ini menjadi kasus sporadik di beberapa bagian dunia seperti Brazil, Eropa, Australia, Malaysia, dan Taiwan. Enterovirus kembali mewabah dan menyebabkan kematian pada tahun 1997 di Malaysia dan Taiwan pada tahun 1998.

Penyakit yang disebabkan virus EV-71 ini sering disebut ”Flu Singapura”. Istilah dalam dunia kedokteran, dikenal dengan nama hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit kaki, tangan, dan mulut (KTM). Penyakit KTM adalah infeksi yang disebabkan virus RNA yang masuk famili picornaviridae, genus enterovirus. Genus yang lain adalah rhinovirus, cardiovirus, apthovirus. Di dalam genus enterovirus terdiri atas coxsackie A virus, coxsackie B virus, echovirus, dan enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71.

Penyakit ini tidak sama dengan penyakit kuku-mulut pada yang terdapat pada hewan ternak. Walaupun nama penyakit keduanya hampir serupa, tapi tidak berhubungan satu sama lain dan penyebabnya juga berbeda. Jadi penyakit ini tidak ditularkan dari binatang atau hewan ternak.

Tidak ada vektor, tetapi ada pembawa penyakit seperti lalat dan kecoak. Penyakit KTM mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain enterovirus lainnya. Penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah penyakit umum dan penyebarannya dapat terjadi di antara kelompok anak. Misalnya, di sekolah atau di tempat penitipan anak. Penyakit tangan, kaki, dan mulut biasanya tersebar melalui hubungan sesama manusia.

Virus tersebut tersebar dari kotoran seorang yang terkena ke mulut orang lain lewat tangan tercemar, tapi bisa juga disebarkan lewat lendir mulut, atau sistem pernapasan, dan sentuhan langsung dengan cairan di dalam lepuhnya. Virus itu bisa berminggu-minggu berada di dalam kotoran.

Jumlah kasus penyakit tangan-kaki-mulut di China tahun 2008 hingga awal Mei meningkat menjadi 15.799, sebanyak 28 orang di antaranya yang seluruhnya anak-anak meninggal dunia.

Selain China dan Singapura, sejumlah orang di Vietnam dan Taiwan juga terinfeksi virus tersebut. Meski patut waspada, namun Indonesia belum akan mengeluarkan travel warning. Dan hingga saat ini, WHO belum mengkonfirmasikan virus tersebut sebagai kewaspadaan internasional. Menurut WHO, tidak ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengatasi virus EV71 ini. Pengobatan hanya difokuskan untuk menangani komplikasi yang ditimbulkan virus, yang bisa meliputi meningitis dan gagal jantung.

Manifestasi Klinis

Infeksi itu dapat menyebabkan demam, kulit melepuh di mulut dan kulit memerah di tangan dan kaki. Anak-anak sangat rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum cukup kuat. Masa inkubasi virus ini cukup lama, yaitu 3-7 hari

Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang, yaitu melalui droplet, pilek, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu.

Kadang juga gejalanya disertai sedikit pilek atau gejala seperti flu. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus atau luka dimulut seperti sariawan di sekitar lidah, gusi, pipi sebelah dalam, terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Bersamaan dengan itu timbul rash atau ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash atau ruam (makulopapel) ada di bokong.

Bayi atau anak usia di bawah 5 tahun yang timbul gejala berat harus dirujuk ke rumah sakit. Gejala yang dianggap berat adalah hiperpireksia (suhu lebih dari 39 derajat Celcius) atau demam tidak turun-turun, denyut jantung sangat cepat (tachicardia), sesak, malas makan minum, muntah atau diare dengan dehidrasi, badan sangat lemas, kesadaran turun, atau kejang-kejang.

Komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit itu adalah infeksi selaput otak atau meningitis (aseptik meningitis, meningitis serosa, atau nonbakterial), infeksi otak atau encefalitis (bulbar), infeksi otot jantung atau miokarditis (coxsackie virus carditis) dan perikarditis, paralisis akut flasid (polio-like illness), infeksi paru atau pneumonia. Risiko ancaman jiwa lebih sering terjadi pada infeksi enterovirus 71, sedangkan virus coxsackie sangat jarang terjadi ancaman jiwa kecuali pada penderita dengan kondisi daya tahan tubuh yang menurun.

Pencegahan dan Antisipasi

Perilaku hidup sehat dan bersih adalah pencegahan dan perlindungan terbaik. Sebaiknya mencuci tangan dengan sabun dan air sesudah ke WC, sebelum makan, sesudah membuang ingus dan sesudah mengganti popok atau pakaian kotor. Pinjam-meminjam cangkir, sendok garpu, alat kebersihan pribadi misalnya handuk, lap muka, sikat gigi dan pakaian, terutama sepatu dan kaus kaki adalah perilaku yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit ini. Mencuci pakaian kotor harus dengan baik dan higienis. Perilaku batuk dan bersin, sebaiknya harus menutup mulut dan hidung dengan baik. Bersihkanlah hidung serta mulut dengan tisu wajah, sesudah dipakai sekali buanglah, kemudian cucilah tangan. Anak yang terkena penyakit tangan, kaki dan mulut seyogyanya jangan dulu ke sekolah atau tempat penitipan anak sampai lepuhnya mengering. Penyakit ini sebaiknya dilaporkan kepada pengurus tempat penitipan anak atau kepala sekolah untuk dilakukan pencegahan dengan baik.

Seperti halnya infeksi virus pandemi lainnya seperti SARS atau flu burung, fenomena infeksi enterovirus 71 di bagian selatan Cina tersebut sangat berpotensi menyebar di Negara Indonesia bila tidak dilakukan antisipasi dengan baik. Meskipun diakui untuk melakukan skrening atau deteksi manusia yang masuk dari negera tersebut ke Indonesia sulit dilakukan. Paling tidak departemen kesehatan dan berbagai jajarannya termasuk tenaga medis di Indonesia nantinya harus cepat dalam mengantisipasinya. Tindakan yang mungkin segera dapat dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan “traveller warning” kepada masyakat Indonesia dalam berkunjung ke daerah yang berpotensi terjadi penularan. Nantinya harus lebih dicermati apakah infeksi KTM yang terjadi di dalam masyarakat adalah Coxsackie A 16 atau Enterovirus 71. Untuk itu diperlakukan penemuan kasus dan pelaporan yang baik dan terkoordinasi bila terjadi. Jangan sampai infeksi enterovitrus 71 sudah banyak mengancam nyawa anak Indonesia, tetapi tindakan antisipasi baru dilakukan.

Pengobatan

Penanganan penyakit ini tidak ada yang khusus, karena merupakan penyakit “self limiting disease” atau penyakit yang sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Penderita perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Obat golongan paracetamol atau penurun panas digunakan dalam penganan demam yang terjadi. Dalam keadaan tertentu dapat diberikan Immunoglobulin IV (IGIV) pada pasien dengan daya tahan tubuh yang menurun seperti pada bayi. Pemberian cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan demam. Hindari dari golongan aspirin. (Aspirin tidak boleh diberikan pada demam akibat infeksi virus pada anak di bawah 12 tahun).

Makanan sebaiknya berkonsistensi lunak, tidak asin, pedas, maupun asam. Hindari juga makanan yang harus dikunyah lama. Perbanyak asupan cairan, untuk mencegah dehidrasi dan kumur dengan air hangat setiap kali selesai makan.

Disusun oleh : Rizki Amelia

Diperoleh dari beberapa sumber

Liputan WNTD

•June 8, 2008 • Leave a Comment

Long March WNTD: Beribu Aksi, Beribu Cinta

Minggu, 31 Mei 2008 lalu seperti 31 Mei tahun-tahun sebelumnya kita peringati sebagai hari antitembakau sedunia atau yang lebih dikenal dengan World No Tobacco Day (WNTD). Seperti tahun-tahun sebelumnya pula, JMKI Wilayah Priangan (JMKIWP) pun pada tanggal itu mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan WNTD yang lebih kita kerucutkan lagi menjadi kegiatan yang bertemakan antirokok.

Kegiatan dari JMKIWP yang mengambil start awal di Taman Cikapayang Dago, Bandung itu berupa orasi, aksi teatrikal, aksi penukaran rokok dengan jeruk, coklat, atau permen, long march diiringi pembagian leaflet tentang bahaya rokok, pembagian pita hitam kepada perokok pasif, dan audiensi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Dengan menggunakan pakaian yang seragam, baju putih, hampir seluruh anggota JMKIWP hari itu hadir dengan jumlah peserta lebih kurang sepuluh orang untuk tiap-tiap institusi yang termasuk kedalam anggota JMKIWP. JMKI Unpad sendiri menghadirkan sekitar 25 orang anggota dari tiga fakultas berbeda, yaitu Farmasi, FIK, dan FKG.

Masing-masing anggota dari tiap institusi yang berbeda itu menggunakan jas almamaternya masing-masing yang membuat kumpulan anak JMKI di taman Cikapayang itu berwarna-warni, mulai dari biru tuanya Unpad, hijau gelap ITB, hijau cerahnya Sekolah Tinggi Farmasi (STFI), dan coklatnya Unjani.
Sekitar pukul 12.30 pembagian leaflet serta pita hitam dimulai di sekitar taman Cikapayang setelah sebelumnya briefing peserta oleh koordinator lapangan (korlap) pada pukul 11.30 di taman Cikapayang dan sholat zuhur di Masjid Salman ITB. Korlap untuk aksi ini adalah Nuni dan Aldian dari FIK Unpad.
Pembagian leaflet ditujukan pada masyarakat sekitar yang terlihat merokok. Disana kita tidak hanya membagikan leaflet, namun juga menerangkan dan memberitahu pada masyarakat yang merokok tersebut akan bahaya rokok.

Tujuan pembagian leaflet ini adalah jika mereka yang merokok itu berkenan rokoknya dimatikan setelah menerima leaflet dan mendengar penjelasan kami. Masing-masing dari kami membawa asbak rokok untuk tempat pengumpulan rokok yang berhasil dimatikan. Dari aksi itu didapatkan sekitar 60 puntung rokok. Pita hitam sendiri dibagikan untuk masyarakat yang tidak merokok.
Pukul 14.30 peserta berkumpul kembali di taman Cikapayang. Setelah evaluasi singkat oleh korlap, aksi teatrikal pun dimulai yang terdiri dari empat orang pemain yang semuanya adalah anggota JMKI. Keempat pemain itu dicat hitam yang menyimbolkan paru-paru mereka yang menghitam dan rusak karena rokok. Bibir mereka pun dicat hitam yang merupakan gambaran dari bibir perokok. Selebihnya tubuh mereka dicat putih agar kontras dengan warna hitam tadi.

Tapi sayangnya hujan deras mengguyur kota Bandung dan aksi teatrikal yang awalnya akan diadakan sambil long march ke balai kota pun terpaksa diadakan di bawah fly over tepat disebelah taman Cikapayang. Walaupun diguyur hujan, namun peserta orasi tetap semangat, meneriakkan dan menyanyikan lirik-lirik dadakan yang berintikan antirokok. Ditambah orasi penuh semangat dari mantan Sekjen JMKI tahun lalu yang mengobarkan api semangat kami untuk dengan lantang meneriakkan yel-yel antirokok. Aksi kami ini pun diliput oleh beberapa koran lokal dan nasional.

Setelah hujan berhenti sekitar pukul 15.20, long march pun dimulai dengan rute Taman Cikapayang BIP , Sepanjang Jalan Merdeka , Balaikota. Disepanjang jalan, peserta tetap semangat menyanyikan lagu yang akrab ditelinga tapi dengan lirik yang diganti, dengan lirik yang berintikan bahaya rokok.

Berhenti sejenak sekitar pukul 15.45 di depan BIP, peserta orasi kembali mengorasikan bahaya rokok, membagikan leaflet, dan membagikan pita hitam. Aksi ini pun mendapat perhatian masyarakat.
Disepanjang orasi itu, kami menginginkan adanya kebijakan dari pemerintah untuk melarang dengan tegas merokok di tempat umum. Merokok memang hak setiap orang, itu pilihan hidup. Tapi, tolong hargai juga pilihan hidup mereka yang tidak merokok.

Long march berakhir di balai kota. Namun audiensi yang seharusnya dilakukan batal karena pada hari itu staf balaikota sedang libur. Maka setelah evaluasi keseluruhan kegiatan, peserta orasi pun bubar dengan tertib sekitar pukul 16.30.

Dari kegiatan itu dapat dilihat bahwa begitu banyaknya masyarakat kita yang masih belum mengerti akan bahaya rokok. Bahkan banyak juga wanita yang terlihat merokok. Selama aksi penukaran rokok dengan buah, coklat, atau permen itu, banyak masyarakat yang bersedia menukar rokok yang mereka sulut dengan barang-barang tersebut. Tapi ada juga beberapa yang tidak meu menukarkannya. Ya, gak apa-apa juga sih. Kami tidak memaksa kok! Tapi tolong hargai mereka yang tidak merokok. Key?…

Rokok??? No!!!

Tips Hidup Sehat Bagi Odapus

•May 19, 2008 • 3 Comments

Tips Hidup Sehat Bagi Odapus

Meskipun tidak ada pengobatan untuk Lupus, masih bisa menyesuaikan gaya hidup yang dapat membantu melawan penyakit dan memberikan kenyamanan bagi Odapus.

Agar tetap bisa menikmati hidup, gaya hidup pun dituntut untuk berubah. Berikut ini tips hidup sehat bagi Odapus agar Lupus tetap terkendali:

Hati-hati di bawah sinar matahari

Banyak orang dengan Lupus (ODAPUS) bermasalah dengan sinar ultraviolet dari matahari. Gunakan tabir surya dengan SPF paling tidak 15, gunakan baju yang tertutup, dan jauhi matahari dari jam 10:00 – 16:00.

Makan sehat & seimbang

Tidak ada diet lupus. Odapus harus makan makanan yang seimbang yang rendah lemak , gula & garam, tinggi serat. Yang sedang meminum kortikosteroid harus mengurangi gula, garam & lemak. Kalau diketahui ada jenis makanan tertentu yang membuat kita merasa lemah atau mengakibatkan aktifnya Lupus, maka kita harus menjauhinya.

Hangati pada saat sakit

Lembab yang hangat lebih baik pada sendi yang sakit dari pada hangat yang kering. Berendam di tub, Jacuzzi atau mandi dengan air hangat akan membantu sendi menjadi lebih baik. Penggunaan es atau kompres dingin adalah 36 jam dari saat sakit.

Olahraga

Berjalan, perenggangan, berenang, aerobik low impact & bersepeda dapat membantu kita tetap kuat & mencegah penipisan tulang/osteoporosis. Ingat untuk diselingi dengan istirahat. Hati-hati untuk olahraga angkat beban atau olahraga high impact karena dapat membuat Lupus lebih parah. Kalau dirasakan letih sekali atau tidak enak lebih dari 2 jam setelah olahraga, maka sesi olahraga tersebut harus dikurangi menjadi lebih singkat.

Jangan merokok

Asap rokok mengandung bahan kimia, yang dapat mengakibatkan munculnya cutaneous lupus. Dapat mengakibatkan gejala penyakit Raynaud’s memburuk akibat aliran darah, dan dapat mengakibatkan gangguan perut dari pengobatan pada Odapus yang menggunakan tembakau.

Mengatasi kelelahan

Lelah adalah masalah yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Kita harus belajar untuk menyelingi kegiatan kita dengan istirahat. Berdiam diri di tempat tidur dapat membuat kita lemah, tapi kegiatan yang berlebihan dapat membuat Lupus menjadi aktif kembali.

Kehamilan

Banyak Odapus dapat melalui masa kehamilan dengan sukses. Kondisi Lupus harus dalam keadaan stabil & remisi sebelum kehamilan. Hamil pada saat Lupus aktif dapat mengakibatkan masalah yang cukup serius. Kita harus dipegang oleh dokter yang tahu menangani “resiko tinggi sehingga potensi masalah pada Lupus & kehamilan dapat dikurangi. Sangat penting untuk mencari tahu obat apakah yang aman diminum pada saat kehamilan.

Atasi demam atau infeksi

Segera hubungi dokter anda apabila suhu tubuh hampir mencapai 38 derajat Celcius. Hal itu mungkin akibat terjadinya infeksi atau Lupus.

Waktu kerja

Carilah pekerjaan dengan waktu kerja yang sesuai dengan kondisi lupus yang diderita. Jenis waktu kerja yang bisa mengakomodasi Odapus bervariasi. Banyak Odapus mampu bekerja sehari penuh, lainnya hanya bisa separuh waktu, dan beberapa lagi tidak mampu bekerja.

Pengobatan

Pastikan dan minumlah obat sesuai yang diresepkan oleh dokter anda. Jika anda mengalami efek samping, pastikan anda memberitahu dokter anda. Tanyakan dokter anda mengenai kegunaan obat-obatan anda sehingga anda akan mampu mengenali jika obat tersebut bekerja. Juga tanyakan waktu yang dibutuhkan obat untuk memberikan efek dan jika anda menemukan obat tidak bekerja selama jangka waktunya, maka beritahukan dokter.

•May 19, 2008 • Leave a Comment

Lupus, Si Penyakit Seribu Wajah

Penyakit Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE), belum sepopuler penyakit jantung, kanker dan lainnya. Padahal penderita Lupus di Indonesia ini cukup banyak dan semakin meningkat, dan bila tidak diketahui sejak dini, Lupus dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kematian.

Hingga kini, Lupus memang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Obat yang digunakannya pun sebatas untuk mengatasi berbagai gejala yang timbul dan bukan menyembuhkan. Lupus sering disebut sebagai penyakit 1.000 wajah karena sering menyerupai penyakit lain. Untuk itu, dibutuhkan kejelian para dokter dalam mendiagnosis penyakit ini.

Salah satu faktor yang menyebabkan angka kematian tinggi pada penderita Lupus adalah kesalahan diagnosis. Meskipun gejala Lupus bisa berupa penyakit ginjal, nyeri sendi ataupun radang paru-paru tapi dengan mengobati gejala saja tidak cukup.

Orang dengan Lupus atau lebih sering disebut “Odapus sangat menyayangkan ketidaktahuan mereka akan gejala Lupus dan minimnya informasi mengenai Lupus. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui informasi Lupus dengan benar dan menyebarluaskan informasi tersebut agar banyak orang yang sadar akan Lupus.

Apakah Lupus itu?

Lupus adalah suatu penyakit inflamasi yang kronis yang akan dapat menyerang berbagai macam anggota tubuh kita, terutama kulit, sendi, darah dan ginjal. Sistem imunitas tubuh yang normal biasanya akan menghasilkan protein yang disebut antibodi yang berguna untuk menjaga tubuh terhadap serangan virus, bakteri, dan benda asing lainnya. Benda asing ini disebut antigen. Dalam suatu ketidaknormalan fungsi otoimun seperti Lupus, sistem imunitas tubuh ini kehilangan kemampuan untuk membedakan benda asing (antigen) dan jaringan/sel tubuh sendiri.

Sistem imunitas ini kemudian membuat antibodi yang akan menyerang secara langsung jaringan tubuh sendiri tersebut. Antibodi ini disebut otoantibodi, yang akan bereaksi terhadap antigen sendiri dan akan membentuk sistem imun kompleks. Sistem imun kompleks ini akan terjadi di dalam jaringan tubuh dan akan mengakibatkan inflamasi, luka/infeksi terhadap jaringan & sel, serta sakit.

Gejala dari Lupus

Walaupun Lupus dapat menyerang jaringan tubuh manapun, namun sebagian besar dari Odapus akan mengalami gejala tersebut di beberapa organ saja. Tabel di bawah ini menunjukkan daftar dari gejala yang umumnya diderita oleh Odapus serta persentase dari Odapus yang mengalami gejala tersebut.

Sakit pada sendi (Arthralgia) 95%

Demam hampir mencapai 38 derajat Celcius 90%

Bengkak pada sendi (Arthritis) 90%

Lelah yang berkepanjangan 81%

Ruam pada kulit 74%

Anemia 71%

Ganguan ginjal 50%

Sakit di dada saat mengambil nafas dalam (pleurisy) 45%

Ruam bentuk kupu-kupu melintang pada pipi dan hidung 42%

Sensitif pada matahari/sinar (photosensitivity) 30%

Rambut rontok 27%

Gangguan pembekuan darah 20%

Fenomena Raynauds (jari menjadi putih dan/atau biru saat dingin) 17%

Stroke 15%

Sariwan 12%

Diagnosa

Pada awal tahun 1980-an, para dokter di The American Rheumatism Asociation menyurvei banyak Odapus, serta menemukan terdapat 11 gejala serta tanda yang akan membedakan Lupus dari penyakit lainya. Untuk seorang dokter dapat mendeteksi Lupus, seorang pasien harus memiliki paling tidak 4 atau lebih gejala-gejala di bawah ini selama suatu waktu tertentu dari masa penyakitnya itu berjangkit:

1. Ruam pada pipi.

2. Ruam discoid (merah)

3. Fotosensitif

4. Sariwan pada hidung atau mulut (biasanya tidak terlalu sakit)

5. Arthritis (radang sendi non-erosif, biasanya tulang di sekitar sendi tidak menjadi rusak)

6. Pleuritis atau pericarditis (inflamasi/peradangan sekat jantung atau paru-paru)

7. Ganguan pada ginjal (terdapat protein di dalam urine dan/atau celular casts)

8. Ganguan pada saraf (seizures/kejang dan/atau psikosis).

9. Ganguan pada darah (anemia hemolitik yaitu anemia karena meningkatnya penghancuran sel darah merah atau leukopenia yaitu kadar leukosit darah berkurang atau limfopenia atau trombositopenia yaitu kadar trombosit darah berkurang).

10. Antinuclear antibody (ANA).

11. Ganguan immunologi (tes anti-double stranded anti-DNA yang positif, tes anti-Sm positif, tes antiphospholipid antibodi positif seperti anticardiolipin, atau tes sifilis yang menyerupai positif (VDRL).

Berbagai jenis Lupus

Terdapat tiga jenis tipe Lupus. Cutaneous Lupus, juga dikenal sebagai Discoid Lupus, hanya terbatas pada kulit dan ditampilkan dalam bentuk ruam yang akan dapat muncul pada muka, leher, atau kulit kepala. Ruam ini akan dapat menjadi lebih jelas terlihat pada daerah kulit yang terkena sinar ultraviolet (seperti sinar matahari, sinar fluorescent). Walaupun terdapat beberapa macam tipe ruam pada Lupus, tetapi yang umum terdapat adalah ruam yang timbul, bersisik, dan merah, tetapi tidak gatal.

Systemic Lupus erythematosus (SLE) biasanya lebih parah dibandingkan dengan Discoid Lupus. Tipe Lupus ini dapat menyebabkan inflamasi pada beberapa macam organ. Untuk beberapa orang mungkin sajahal ini hanya terbatas pada gangguan kulit dan sendi. Tetapi pada orang yang lain, sendi, paru-paru, ginjal, darah ataupun organ dan/atau jaringan lain yang mungkin terkena. SLE pada sebagian orang dapat memasuki masa dimana gejalanya tidak muncul (remisi) dan pada saat yang lain penyakit ini dapat menjadi aktif (flare).

Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan gejala semacam Lupus menyerupai SLE, yang disebut drug-induced Lupus. Tipe Lupus ini sangat jarang menyerang ginjal atau sistem saraf. Obat yang umumnya dapat menyebabkan drug-induced Lupus adalah jenis hidralazin (untuk penanganan tekanan darah tinggi) dan prokainamid (untuk penanganan detak jantung yang tidak teratur/tidak normal).

Tidak semua orang yang memakan obat-obat ini akan terkena drug-induced Lupus. Hanya 4% dari orang yang mengkonsumsi obat-obat itu yang bakal membentuk antibodi penyebab Lupus. Dari 4% itu pun sedikit sekali yang kemudian menderita Lupus. Apabila pengobatan dihentikan, maka gejala Lupus inipun biasanya akan menghilang dengan sendirinya.

Dari ketiganya, Discoid Lupus paling sering menyerang. Namun, Systemic Lupus selalu lebih berat dibandingkan dengan discoid Lupus, dan dapat menyerang organ atau sistem tubuh. Pada beberapa orang, cuma kulit dan persendian yang diserang. Meskipun begitu, pada orang lain bisa merusak persendian, paru-paru, ginjal, darah, organ atau jaringan lain.

Penyebab Lupus

Walaupun penyebab dari Lupus ini masih belum diketahui, namun faktor genetika dan lingkunganlah yang akan dapat memainkan peranan penting bagi pengaktifannya. Sementara struktur genetik seseorang mungkin saja dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya Lupus, tetapi mungkin juga terdapat beberapa faktor lingkungan lain yang akan dapat meningkatkan terbentuknya penyakit ini. Dua faktor lingkungan yang diketahui adalah sinar ultraviolet (yang menyebabkan terbakarnya kulit) dan beberapa macam obat.

Infeksi dan operasi dapat pula membangkitkan gejala dari Lupus. Karena Lupus muncul 10 kali lebih sering pada wanita dibandingkan dengan pada pria, para peneliti percaya bahwa terdapat faktor hormonal yang juga dapat mempengaruhi pembentukan penyakit ini.

Dalam ilmu kedokteran, Lupus merupakan kelainan respon pertahanan tubuh atau kelainan respon imun. Virus, bakteri, jamur akan mempengaruhi sel-sel tubuh pada orang yang memiliki kelainan respon imun. Sel-sel tubuh tersebut akan mengubah sifat sel darah merah atau sel darah putih. Oleh orang awam, penyakit Lupus ini dibilang, ”sel darah putih makan sel darah putih atau antibodi menghantam sel tubuh sendiri yang dianggap sebagai benda asing.

Penyakit ini dapat ditemukan di berbagai usia, tetapi yang paling dominan pada usia 15-40 tahun (masa reproduksi). Prevalensi wanita jauh lebih tinggi dibandingkan pria. Lupus biasanya ditemukan pada ras-ras tertentu seperti Negro, Cina dan mungkin juga Filipina. Tapi jangan khawatir, faktor ekonomi dan geografis tidak mempengaruhi distribusi penyakit ini.

Penanganan

Saat ini, belum ada penyembuhan untuk Lupus. Akan tetapi, diagnosa yang dini serta penanganan secara medis yang tepat akan dapat secara signifikan membantu untuk mengontrol penyakit ini.

Gejala-gejala yang muncul sering kali berbeda antara Odapus yang satu dengan yang lainnya sehingga penangannya pun akan berdasarkan indikasi yang spesifik pada setiap Odapus. Namun, terdapat beberapa panduan umum yang dapat di berikan disini:

1. Tes yang reguler menjadi sangat penting pada saat penyakit ini sedang aktif. Pada saat sedang remisi, dilakukannya kegiatan fisik sangat dianjurkan untuk dapat meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas dari sendi & otot.

2. Untuk Odapus yang fotosensitif, harus dibiasakan menggunakan tabir surya yang akan dapat menjaga terhadap ruam dan iritasi. Untuk mereka yang masih terdapat ruam di kulit, penanganan dengan krem mengandung kortison akan sangat membantu.

3. Sendi yang sakit (arthralgia) dan arthritis (radang sendi) umumnya bereaksi terhadap aspirin atau obat sejenis aspirin (obat nonsteroidal antiinflamasi ).

4. Obat anti-malaria yaitu hydroxychloroquine (Plaquenil®) sering diberikan untuk yang mengalami gangguan yang serius pada sendi atau kulit.

5. Obat jenis kortison (umumnya diberikan Prednison) sangat sering digunakan untuk menangani gangguan organ yang agak parah. Tidak semua Odapus membutuhkan kortison. Kortison, terutama dengan dosis tinggi, akan mempunyai efek samping yang cukup serius.

6. Kalau anda demam (lebih dari 100 degrees F), hubungi dokter anda

7. Lakukan kontrol ke dokter anda secara rutin. Kontrol yang rutin biasanya mencakup pula tes darah & urin.

8. Apabila anda ragu-ragu, hubungi dokter anda.

Lupus bisa mengenai siapa saja dari berbagai usia dan kalangan. Bahkan Lupus sama bahayanya dengan kanker, jantung, maupun AIDS dan bisa mengancam jiwa. Bila menemui gejala-gejala Lupus, segera datangi dokter pemerhati Lupus. Dokter pemerhati lupus adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan Hematologi, Reumatologi, Ginjal, Hipertensi, Alergi dan Imunologi.

Sumber : www.lupus.org, www.medicastore.com, www.intisari-online.com, www.wikipedia.org

Hari Lupus Sedunia, 10 Mei

•May 19, 2008 • Leave a Comment

Hari Lupus Sedunia

Hari Lupus Sedunia dideklarasikan di New York, 10 Mei 2004 lampau. Perayaan Hari Lupus Sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi para penderita Lupus, meningkatkan penelitian mengenai penyebab sekaligus terapi Lupus yang aman serta efektif, meningkatkan wawasan mengenai diagnosis dan perawatan Lupus untuk para dokter, serta memperbaiki data penyebaran Lupus secara global.

Hari Lupus Sedunia bertujuan untuk menyorot kebutuhan untuk diagnosis dan perawatan Lupus yang semakin baik, meningkatkan pelayanan kesehatan pasien, meningkatkan penelitian baik pada penyebabnya maupun menyembuhkan Lupus.

Kini muncul kebutuhan akan penelitian epidemiologi berskala dunia untuk membuat kesadaran di dunia dan pemahaman Lupus dengan lebih akurat. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan gejala Lupus akan dapat menyelamatkan jiwa.

Kenapa Hari Lupus Sedunia?

Usaha untuk mengidentifikasi penyebab Lupus, dan apa yang dapat menyembuhkan Lupus telah dibahas di tingkat internasional. Klinik Lupus di seluruh dunia telah bekerja sama dalam studi dan uji klinik akan terapi baru yang potensial.

Hari Lupus Sedunia menyediakan baik fokus maupun forum untuk saling berbagi berbagai temuan dalam komunitas Lupus dunia. Hari Lupus Sedunia juga memberikan kenyamanan, menentramkan hati dan harapan terhadap odapus dengan meningkatkan tingkat kesadaran global akan usaha mereka untuk mempertahankan kesehatan dan menjadi warga negara yang aktif.

Isu Hari Lupus Sedunia

Tidak ada pengobatan yang baru, aman, dan efektif untuk Lupus yang telah dikenal hampir 40 tahun. Beberapa pengobatan untuk Lupus sangat beracun dan dapat menyebabkan masalah kesehatan mengancam jiwa yang dapat menjadi parah dibanding penyakit utama. Oleh sebab itu, penelitian medis mengenai Lupus dan berbagai usaha terus dilakukan untuk mengembangkan terapi yang aman dan lebih efektif.

Banyak tenaga medis di seluruh dunia tidak sadar akan gejala dan dampak kesehatan Lupus sehingga orang dengan Lupus sering menderita tidak perlu selama beberapa tahun sebelum diberikan diagnosis dan pengobatan yang benar. Ada kebutuhan yang mendesak untuk meningkatkan kesadaran akan gejala Lupus dan konsekuensi kesehatan pada orang, komunitas dan negara.

Disamping itu, perlu untuk mengedukasi dan mendukung individu dan keluarga yang terserang Lupus. Orang yang baru didiagnosa Lupus tentu perlu untuk cepat mengerti dampak penyakit dalam kehidupan mereka dan kehidupan di sekitar mereka. Komunitas Lupus dibangun untuk meneruskan tradisi Hari Lupus Sedunia dengan tujuan memperpanjang dukungan di dunia dan di negara kita sendiri.

International Congress of Lupus

Pertemuan berskala internasional yang ke-8 ini diikuti oleh sekitar 1000 peneliti Lupus, tenaga medis dan perwakilan Odapus akan diadakan pada tanggal 23-27 Mei 2007 di Shanghai, Cina. Pertemuan ini akan mengikutsertakan semua spesialis Lupus dari seluruh dunia, termasuk peneliti medis dan ahli-ahli klinis dari spesialisasi yang berbeda.

Program ilmiah akan membahas perkembangan yang terkini dari riset yang dilakukan, perkembangan terakhir dari manajemen klinis akan penyakit ini serta kemajuan yang pesat untuk pengobatan Lupus.

Selain itu juga akan digelar suatu forum bertajuk Lupus Leader’s Forum, dimana organisasi-organisasi pemerhati Lupus akan berkumpul bersama untuk membicarakan permasalahan yang dihadapi dalam upaya sosialisasi Lupus ini dan bagaimana pemecahannya agar tantangan di depan akan dapat dihadapi dengan kebersamaan tekad dan upaya.

Harapan Untuk Lupus

Usaha berskala internassional untuk mempelajari Lupus dan membuka misterinya secara ilmiah telah memperoleh momentumnya. Organisasi pemerhati Lupus telah melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan sosialisasi untuk masyarakat dan mengedukasi Odapus serta tenaga medis akan penyakit ini.

Di beberapa negara, Pemerintah mulai melihat adanya kebutuhan ini dan mulai bereaksi dengan memberikan lebih banyak dana bagi riset medis dan jasa pelayanan kesehatan untu membantu Odapus dan keluarga yang terkena dampak Lupus.

Banyak dari usaha-usaha ini akan diangkat dalam peringatan Hari Lupus Sedunia tanggal 10 Mei. Sebagai tambahan informasi mengenai usaha global untuk memerangi lupus, silakan kunjungi situs World Lupus Day.

Yayasan Lupus Indonesia (YLI) telah bergabung dalam International Advisory Board Member, bersama 7 negara lainnya, yang merupakan cikal bakal International Steering Committee Member untuk Hari Lupus Sedunia sejak tahun 2002. Sejak itu YLI menjadi salah satu organisasi dunia yang menjadi anggota International Steering Committe Member untuk Hari Lupus Sedunia yang pertama di tahun 2004.

Sumber : www.lupus.org