Diabetes Melitus
Apa itu diabetes melitus?
Diabetes mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit yang terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula dalam darah karena kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya. DM yang timbul karena kekurangan insulin disebut DM tipe 1, sedangkan jika insulin tidak berfungsi dengan baik, disebut DM tipe 2.
Apa itu insulin?
Insulin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh sel beta di pankreas, dan berfungsi membantu tubuh mengelola makanan menjadi energi. Insulin seperti anak kunci, yang membawa glukosa masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.
Ketika insulin tidak mencukupi atau tidak ada atau tidak bekerja dengan semestinya, glukosa tidak akan dapat masuk ke dalam sel. Akibatnya glukosa menumpuk dalam aliran darah. Hal ini disebut hiperglikemia.
Akibatnya apa?
Yang pasti diabetes melitus. Hiperglikemia ditandai juga dengan banyak buang air kecil (terutama malam hari), haus, kulit kering, pandangan mata kabur, kehilangan berat badan, dan rasa letih yang terus menerus.
Oleh karena itu, penderita diabetes memiliki tiga gejala umum, yaitu banyak minum, banyak buang air kecil terutama malam hari, dan berat badan turun.
Ada gejala-gejala DM lainnya gak?
Ada, yaitu gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama
sembuh, gangguan ereksi pada pria, dan keputihan pada wanita.
Akibat dari DM apa?
Komplikasi akibat gangguan pembuluh darah, terutama akan memengaruhi mata, ginjal, saraf, dan peredaran darah. Jika DM tidak dikelola dengan baik akan berakibat stroke, gangguan penglihatan, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, gangren atau luka yang sukar sembuh.
Seorang diabetesi (penderita diabetes) mudah terkena infeksi paru gigi, gusi, dan saluran kemih.
Bagaimana mencegah DM?
Menjaga berat badan agar tidak berlebihan, mengubah pola makan agar seimbang (karbohidrat 50-60%, protein 10-20%, lemak <30%, vitamin, mineral, dan serat), melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari, dan rajin memeriksakan kadar glukosa setiap tahun.

Leave a Reply