Ancaman Malaria di Tanah Tropis

•December 8, 2008 • Leave a Comment

MALARIA

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan. Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.

Dengan munculnya program pengendalian yang didasarkan pada penggunaan residu insektisida, penyebaran penyakit malaria telah dapat diatasi dengan cepat. Sejak tahun 1950, malaria telah berhasil dibasmi di hampir seluruh Benua Eropa dan di daerah seperti Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun penyakit ini masih menjadi masalah besar di beberapa bagian Benua Afrika dan Asia Tenggara. Sekitar 100 juta kasus penyakit malaria terjadi setiap tahunnya dan sekitar 1 persen diantaranya fatal. Seperti kebanyakan penyakit tropis lainnya, malaria merupakan penyebab utama kematian di negara berkembang.

Pertumbuhan penduduk yang cepat, migrasi, sanitasi yang buruk, serta daerah yang terlalu padat, membantu memudahkan penyebaran penyakit tersebut. Pembukaan lahan-lahan baru serta perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) telah memungkinkan kontak antara nyamuk dengan manusia yang bermukim didaerah tersebut.

Penyakit Malaria yang terjadi pada manusia

Penyakit malaria memiliki 4 jenis, dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. Gejala tiap-tiap jenis biasanya berupa meriang, panas dingin menggigil dan keringat dingin. Dalam beberapa kasus yang tidak disertai pengobatan, gejala-gejala ini muncul kembali secara periodik. Jenis malaria paling ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi).

Demam rimba (jungle fever ), malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan oleh Plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian. Malaria kuartana yang disebabkan oleh Plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika; gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari. Jenis ke empat dan merupakan jenis malaria yang paling jarang ditemukan, disebabkan oleh Plasmodium ovale yang mirip dengan malaria tertiana.

Pada masa inkubasi malaria, protozoa tumbuh didalam sel hati; beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangan mereka, sehingga menyebabkan demam.

Penanganan

Sejak tahun 1638 malaria telah diatasi dengan getah dari batang pohon cinchona, yang lebih dikenal dengan nama kina, yang sebenarnya beracun dan menekan pertumbuhan protozoa dalam jaringan darah. Pada tahun 1930, ahli obat-obatan Jerman berhasil menemukan Atabrine ( quinacrine hydrocloride ) yang pada saat itu lebih efektif daripada quinine dan kadar racunnya lebih rendah. Sejak akhir perang dunia kedua, klorokuin dianggap lebih mampu menangkal dan menyembuhkan demam rimba secara total, juga lebih efektif dalam menekan jenis-jenis malaria dibandingkan dengan Atabrine atau quinine. Obat tersebut juga mengandung kadar racun paling rendah daripada obat-obatan lain yang terdahulu dan terbukti efektif tanpa perlu digunakan secara terus menerus.

Namun baru-baru ini strain Plasmodium falciparum, organisme yang menyebabkan malaria tropika memperlihatkan adanya daya tahan terhadap klorokuin serta obat anti malaria sintetik lain. Strain jenis ini ditemukan terutama di Vietnam, dan juga di semenanjung Malaysia, Afrika dan Amerika Selatan. Kina juga semakin kurang efektif terhadap strain plasmodium falciparum. Seiring dengan munculnya strain parasit yang kebal terhadap obat-obatan tersebut, fakta bahwa beberapa jenis nyamuk pembawa (anopheles) telah memiliki daya tahan terhadap insektisida seperti DDT telah mengakibatkan peningkatan jumlah kasus penyakit malaria di beberapa negara tropis. Sebagai akibatnya, kasus penyakit malaria juga mengalami peningkatan pada para turis dari Amerika dan Eropa Barat yang datang ke Asia dan Amerika Tengah dan juga diantara pengungsi-pengungsi dari daerah tersebut. Para turis yang datang ke tempat yang dijangkiti oleh penyakit malaria yang tengah menyebar, dapat diberikan obat anti malaria seperti profilaksis (obat pencegah).

Obat-obat pencegah malaria seringkali tetap digunakan hingga beberapa minggu setelah kembali dari bepergian. Mefloquine telah dibuktikan efektif terhadap strain malaria yang kebal terhadap klorokuin, baik sebagai pengobatan ataupun sebagai pencegahan. Namun obat tersebut saat ini tengah diselidiki apakah dapat menimbulkan efek samping yang merugikan. Suatu kombinasi dari sulfadoxine dan pyrimethamine digunakan untuk pencegahan di daerah-daerah yang terjangkit malaria yang telah kebal terhadap klorokuin. Sementara Proguanil digunakan hanya sebagai pencegahan.

Saat ini para ahli masih tengah berusaha untuk menemukan vaksin untuk malaria. Beberapa vaksin yang dinilai memenuhi syarat kini tengah diuji coba klinis guna keamanan dan keefektifan dengan menggunakan sukarelawan, sementara ahli lainnya tengah berupaya untuk menemukan vaksin untuk penggunaan umum. Penyelidikan tengah dilakukan untuk menemukan sejumlah obat dengan bahan dasar artemisin, yang digunakan oleh ahli obat-obatan Cina untuk menyembuhkan demam. Bahan tersebut terbukti efektif terhadap Plasmodium falciparum namun masih sangat sulit untuk diperbanyak jumlahnya.

Tindakan umum ( di tingkat Puskesmas ) :

1. Persiapkan penderita malaria berat untuk dirujuk ke rumah sakit/fasilitas pelayanan yang lebih tinggi, dengan cara :

2. Jaga jalan nafas dan mulut untuk menghindari terjadinya asfiksia, bila diperlukan beri oksigen (O2)

3. Perbaiki keadaan umum penderita (beri cairan dan perawatan umum)

4. Monitoring tanda-tanda vital antara lain : keadaan umum, kesadaran, pernafasan, tekanan darah, suhu, dan nadi setiap 30 menit (selalu dicatat untuk mengetahui perkembangannya)

5. Untuk konfirmasi diagnosis, lakukan pemeriksaan SD tebal. Penilaian sesuai kriteria diagnostik mikroskopik.

6. Bila hipotensi, tidurkan dalam posisi Trendenlenburg dan diawasi terus tensi, warna kulit dan suhu, laporkan ke dokter segera.

7. Kasus dirujuk ke rumah sakit bila kondisi memburuk

8. Buat / isi status penderita yang berisi catatan mengenai : identitas penderita, riwayat perjalanan penyakit, riwayat penyakit dahulu, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium (bila tersedia), diagnosis kerja, diagnosis banding, tindakan & pengobatan yang telah diberikan, rencana tindakan/pengobatan, dan lain-lain yang dianggap perlu (misal : bila keluarga penderita menolak untuk dirujuk maka harus menandatangani surat pernyataan yang disediakan untuk itu). Catatan vital sign disatukan kedalam status penderita.

Obat Anti Malaria (OAM) yang dipakai dalam kebijakan pengobatan di Indonesia adalah :

Klorokuin : banyak digunakan karena murah, tersedia secara luas, dan relatif aman untuk anak-anak, ibu hamil maupun ibu menyusui. Pada dosis pencegahan obat ini aman digunakan untuk jangka waktu 2-3 tahun.

Efek samping : gangguan GI Tract seperti mual, muntah, sakit perut dan diare. Efek samping ini dapat dikurangi dengan meminum obat sesudah makan.

Pencegahan perorangan

Dipakai oleh masing-masing individu yang memerlukan pencegahan terhadap penyakit malaria. Obat yang dipakai : Klorokuin.

Cara pengobatannya :

- Bagi pendatang sementara :

· Klorokuin diminum 1 minggu sebelum tiba di daerah malaria, selama berada di daerah malaria dan dilanjutkan selama 4 minggu setelah meninggalkan daerah malaria.

- Bagi penduduk setempat dan pendatang yang akan menetap :

· Pemakaian klorokuin seminggu sekali sampai lebih dari 6 tahun dapat dilakukan tanpa efek samping. Bila transmisi di daerah tersebut hebat sekali atau selama musim penularan, obat diminum 2 kali seminggu. Penggunaan 2 kali seminggu dianjurkan hanya untuk 3 – 6 bulan saja.

· Dosis pengobatan pencegahan : Klorokuin 5 mg/KgBB atau 2 tablet untuk dewasa.

Pencegahan pada anak :

· OAM yang paling aman untuk anak kecil adalah klorokuin. Dosis : 5 mg/KgBB/minggu. Dalam bentuk sediaan tablet rasanya pahit sehingga sebaiknya dicampur dengan makanan atau minuman, dapat juga dipilih yang berbentuk suspensi.

· Untuk mencegah gigitan nyamuk sebaiknya memakai kelambu pada waktu tidur.

· Obat pengusir nyamuk bentuk repellant yang mengandung DEET sebaiknya tidak digunakan untuk anak berumur < 2 tahun.

PROGNOSIS

1. Prognosis malaria berat tergantung kecepatan diagnosa dan ketepatan & kecepatan pengobatan.

2. Pada malaria berat yang tidak ditanggulangi, maka mortalitas yang dilaporkan pada anak-anak 15 %, dewasa 20 %, dan pada kehamilan meningkat sampai 50 %.

3. Prognosis malaria berat dengan kegagalan satu fungsi organ lebih baik daripada kegagalan 2 fungsi organ

· Mortalitas dengan kegagalan 3 fungsi organ, adalah > 50 %

· Mortalitas dengan kegagalan 4 atau lebih fungsi organ, adalah > 75 %

· Adanya korelasi antara kepadatan parasit dengan klinis malaria berat yaitu:

· Kepadatan parasit < 100.000, maka mortalitas < 1 %

· Kepadatan parasit > 100.000, maka mortalitas > 1 %

· Kepadatan parasit > 500.000, maka mortalitas > 50 %

(Humas Infokom JMKI Farmasi Unpad/dari berbagai sumber.)

Asma?? Arghhh…!!!

•December 8, 2008 • Leave a Comment

ASMA

Definisi Asma:

Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi jalan nafas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan.

Seperti diketahui, saluran napas manusia bermula dari mulut dan hidung, lalu bersatu di daerah leher menjadi trakea (tenggorok) yang akan masuk ke paru. Di dalam paru, satu saluran napas trakea itu akan bercabang dua, satu ke paru kiri dan satu lagi ke paru kanan. Setelah itu, masing-masing akan bercabang-cabang lagi, makin lama tentu makin kecil sampai 23 kali dan berujung di alveoli, tempat terjadi pertukaran gas, oksigen (O 2 ) masuk ke pembuluh darah, dan karbon dioksida (CO 2 ) dikeluarkan.

Bagaimana cara mengetahui asma?

Saat anda mendatangi dokter anda untuk konsultasi, dokter anda akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan keluarga anda yaitu apakah ada salah seorang anggota keluarga anda yang menderita asma? Pertanyaan ini akan mendukung pendapat mereka untuk melakukan test fungsi paru anda atau test pernafasan untuk menyakinkan hasil pemeriksaan sebelum mereka memberikan resep/obat-obatan dan terapi kepada anda.Test fungsi saluran pernafasan/paru digunakan untuk mengukur kemampuan bernafas anda. Hasil pemeriksaan rontgen paru dapat memperlihatkan jika ada sumbatan pada saluran pernafasan yang merupakan indikasi asma.

Siapa saja yang berisiko asma?

Asma adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul segala usia, meskipun demikian, umumnya asma lebih sering terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun dan orang dewasa pada usia sekitar tigapuluh tahunan. Para ahli asma mempercayai bahwa asma merupakan penyakit keturunan dan sebagian besar orang yang menderita asma karena allergi terhadap sumber allergi tertentu.

Gejala Asma

Secara umum gejala asma adalah sesak napas, batuk berdahak dan suara napas yang berbunyi ngik-ngik dimana seringnya gejala ini timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh, hal ini karena pengaruh keseimbangan hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi dan berbagai faktor lainnya.

Penderita asma akan mengeluhkan sesak nafas karena udara pada waktu bernafas tidak dapat mengalir dengan lancar pada saluran nafas yang sempit dan hal ini juga yang menyebabkan timbulnya bunyi ngik-ngik pada saat bernafas. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan yang terjadi dapat berupa pengerutan dan tertutupnya saluran oleh dahak yang dirpoduksi secara berlebihan dan menimbulkan batuk sebagai respon untuk mengeluarkan dahak tersebut. Gambar dibawah ini adalah gambar penampang paru dalam keadaan normal dan saat serangan asma.

Salah satu ciri asma adalah hilangnya keluhan di luar serangan. Artinya, pada saat serangan, penderita asma bisa kelihatan amat menderita (banyak batuk, sesak napas hebat dan bahkan sampai seperti tercekik), tetapi di luar serangan dia sehat-sehat saja (bisa main tenis 2 set, bisa jalan-jalan keliling taman, dan lain-lain). Inilah salah satu hal yang membedakannya dengan penyakit lain (keluhan sesak pada asma adalah revesibel, bisa baik kembali di luar serangan, sementara pada PPOK adalah irreversible , tetap saja sesak setiap waktu).

Faktor Pencetus Serangan Asma

A. Faktor penjamu, faktor pada pasien

· Aspek genetik

· Kemungkinan alergi

· Saluran napas yang memang mudah terangsang

· Jenis kelamin

· Ras/etnik

B. Faktor lingkungan

Bahan-bahan di dalam ruangan :

· Tungau debu rumah

· Binatang, kecoa

Bahan-bahan di luar ruangan :

· Tepung sari bunga

· Jamur

· Makanan-makanan tertentu, Bahan pengawet, penyedap,

· pewarna makanan

· Obat-obatan tertentu

· Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray )

· Ekspresi emosi yang berlebihan

· Asap rokok dari perokok aktif dan pasif

· Polusi udara dari luar dan dalam ruangan

· Infeksi saluran napas

· Exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika

· melakukan aktivitas fisik tertentu.

· Perubahan cuaca

Bagaimana asma diobati?

Pada dasarnya penanganan asma yang paling efektif adalah dengan menghindari faktor-faktor pencetus asma dan menggunakan obat asma untuk mengurangi pembengkakan saluran pernafasan. Pengobatan asma secara cepat/jangka pendek yaitu dengan menggunakan obat pelega saluran pernafasan seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma. Pengobatan jangka panjang yang berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti steroid berfungsi untuk tetap membuat saluran pernafasan terbuka dan menggurangi pembengkakan.

Bagaimana asma dimonitor?

Anda dapat memonitor asma dirumah dengan menggunakan alat yang disebut “Peak Flow Meter”. Alat ini akan memperlihatkan ukuran kecepatan maksimal udara yang dapat dihembuskan oleh paru-paru anda. Dengan memonitor puncak hembusan nafas anda setiap hari, anda dapat memprediksi dan mengambil tindakan pencegahan agar tidak mengalami serangan asma.

Infeksi Pada Asma

Infeksi bisa terjadi dimana saja, kapan saja, termasuk pada penyandang asma karena asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran pernapasan. Penyebab infeksi biasanya karena adanya kuman, yang dapat berupa bakteri ataupun virus. Infeksi pada asma terjadi pada permukaan dalam (mukosa) saluran napas karena adanya virus influenza yang penyebarannya melalui udara.

Infeksi yang terjadi karena bakteri biasanya disebabkan oleh bakteri pnemococus, staphylococcus dan streptococcus. Sebenarnya bakteri ini ada yang hidup normal dalam tubuh, namun jika kondisi tubuh menurun bakteri tersebut akan berubah menjadi jahat dan menyebabkan infeksi.

Terjadinya Infeksi

Infeksi terjadi karena masuknya kuman ke dalam tubuh. Kuman tersebut akan menimbulkan sakit di dalam tubuh yang berupa radang. Oleh karena itu, virus yang masuk ke dalam tubuh penyandang asma sering menimbulkan serangan asma. Hal ini dikarenakan protein-protein virus melalui mekanisme reaksi antigen, antibody menyebabkan hipersensistif saluran napas sehingga timbul serangan asma.

Gejala awal yang dapat diketahui bila terjadi infeksi pada asma adalah dengan adanya dahak atau riak yang bertambah banyak atau berubah warna atau berbau. Dahak sebelum terjadi serangan asma ataupun infeksi berwarna putih bening, sedangkan bila terjadi infeksi pada serangan asma dahak berwarna kuning. Pada saat seorang terkena infeksi lebih berat lagi maka dahak akan berubah menjadi hijau.

Penanggulangan Infeksi

Sebelum terjadinya infeksi pada asma, biasanya terjadi serangan asma. Maka untuk pencegahannya, serangan asma tersebut harus diobati segera dengan menggunakan obat asma, seperti pelega napas atau anti inflamasi. Bila terjadi infeksi diobati dengan antibiotik. Antibiotik ini akan membunuh kuman yang menyebabkan infeksi dan bila kuman tersebut mati maka jaringan akan membaik kembali dan serangan asma menjadi reda atau membaik. Hal itu dilakukan jika infeksi disebabkan oleh bakteri.

Jika infeksi disebabkan oleh virus, untuk pengobatannya cukup dengan makanan bergizi dan istirahat yang cukup, di samping obat asmanya harus lengkap yaitu obat pelega dan anti inflamasi. Untuk mencegah penyebaran, sebaiknya menggunakan masker karena virus ini menyebar melalui udara dan masuk melalui saluran pernapasan. Dengan menggunakan masker, maka virus menyebar melalui udara tidak melalui orang lain. Penanggulangan infeksi pada asma dapat dilakukan dengan menjaga stamina dan keseimbangan tubuh sehingga tidak tertular infeksi.

Faktor pencetus yang menyebabkan serangan asma, kalau tidak dapat dihindari oleh penderitanya akan menyebabkan serangan asmanya sulit diatasi dan asma itu menjadi tidak terkontrol. Dengan asma yang tidak terkontrol ini, maka penderita akan mudah terkena infeksi. Golongan asma apapun dapat terkena infeksi. Tentunya, asma berat dan asma yang tidak terkontrol akan lebih mudah terkena infeksi dibanding asma yang ringan ataupun sedang.

Pada dasarnya, orang yang terkena infeksi harus mendapat gizi yang baik, istirahat, serta vitamin yang cukup karena infeksi tersebut menyebabkan luka di dalam tubuh. Penyembuhan dapat terjadi jika penyebab luka dibunuh dan jaringan yang luka disupport agar cepat diganti dengan jaringan yang baru.

OBAT ASMA

Asma merupakan penyakit kronik saluran napas yang memerlukan pengobatan dalam jangka waktu tertentu dan cukup lama. Pada dasarnya pengobatan bagi penderita asma dibagi menjadi dua yaitu:

· Pengobatan rutin “pengontrol asma”, obat jenis ini harus digunakan setiap hari untuk mencegah kambuhnya serangan asma dan mencegah bertambah beratnya penyakit.

· Pengobatan saat serangan “pelega napas”, obat jenis ini harus segera digunakan bila timbul tanda tanda serangan asma dini, seperti batuk, sesak, rasa berat didada atau penurunan fungsi paru. Penggunaan obat ini dapat mencegah timbulnya serangan asma yang berat. Bila serangan asma timbul dengan derajat berat dapat sampai menimbulkan kematian, sedangkan bila segera diatasi asma tidak mengganggu aktiviti dan produktiviti. Penderita asma dapat hidup normal layaknya orang yang tidak menderita asma.

Obat asma terdapat dalam berbagai macam bentuk antara lain: tablet, sirup puyer racikan atau injeksi. Dari hasil penelitian kedokteran, obat asma dibuat dalam bentuk inhaler agar obat dapat langsung bekerja pada sasaran yaitu saluran napas, karena gangguan pada penyakit asma yang utama adalah pada saluran napas, dimana terdapat radang kronik dengan pengerutan saluran dan sumbatan oleh dahak yang lengket. Dengan bentuk inhaler/hirup manfaat obat dapat langsung segera dirasakan, sesak menjadi berkurang dalam 5-10 menit. Selain itu keunggulan lain dari obat inhaler adalah obat ini menggunakan dosis yang sangat kecil (dalam microgram) sehingga efek samping obat dapat dihindari.

Emergency Asma Care

Jika salah seorang sahabat dekat anda atau saudara anda mengalami serangan asma tiba-tiba ada 5 langkah pertolongan pertama yang dapat anda lakukan yaitu:

1. Bantu penderita asma untuk duduk tegak dan tenang

2. Beri mereka obat inhaler untuk membantu mereka bernafas, beri 4 kali semprotan secara bertahap.

3. Tunggu selama 4 menit .

4. Jika hanya ada sedikit perubahan atau bahkan tidak ada perubahan sama sekali, ulangi lagi pemberian inhaler 4 semprotan dan tunggu kembali selama 4 menit. .

5. Jika masih tidak ada perubahan segerah hubungi rumah sakit/klinik terdekat, sambil terus berikan penderita obat inhaler hingga ambulan tiba.

Sumber : infoasma.org

Diabetes Melitus

•December 8, 2008 • Leave a Comment

Apa itu diabetes melitus?

Diabetes mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit yang terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula dalam darah karena kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya. DM yang timbul karena kekurangan insulin disebut DM tipe 1, sedangkan jika insulin tidak berfungsi dengan baik, disebut DM tipe 2.

Apa itu insulin?

Insulin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh sel beta di pankreas, dan berfungsi membantu tubuh mengelola makanan menjadi energi. Insulin seperti anak kunci, yang membawa glukosa masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.

Ketika insulin tidak mencukupi atau tidak ada atau tidak bekerja dengan semestinya, glukosa tidak akan dapat masuk ke dalam sel. Akibatnya glukosa menumpuk dalam aliran darah. Hal ini disebut hiperglikemia.

Akibatnya apa?

Yang pasti diabetes melitus. Hiperglikemia ditandai juga dengan banyak buang air kecil (terutama malam hari), haus, kulit kering, pandangan mata kabur, kehilangan berat badan, dan rasa letih yang terus menerus.

Oleh karena itu, penderita diabetes memiliki tiga gejala umum, yaitu banyak minum, banyak buang air kecil terutama malam hari, dan berat badan turun.

Ada gejala-gejala DM lainnya gak?

Ada, yaitu gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama

sembuh, gangguan ereksi pada pria, dan keputihan pada wanita.

Akibat dari DM apa?

Komplikasi akibat gangguan pembuluh darah, terutama akan memengaruhi mata, ginjal, saraf, dan peredaran darah. Jika DM tidak dikelola dengan baik akan berakibat stroke, gangguan penglihatan, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, gangren atau luka yang sukar sembuh.

Seorang diabetesi (penderita diabetes) mudah terkena infeksi paru gigi, gusi, dan saluran kemih.

Bagaimana mencegah DM?

Menjaga berat badan agar tidak berlebihan, mengubah pola makan agar seimbang (karbohidrat 50-60%, protein 10-20%, lemak <30%, vitamin, mineral, dan serat), melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari, dan rajin memeriksakan kadar glukosa setiap tahun.

•August 25, 2008 • Leave a Comment

Seputar Puasa

Bulan Suci Ramadan telah datang. Setiap umat muslim yang terpanggil untuk menjalankan perintah suci ini pun sebaiknya memperhatikan hal-hal penting lain yang bermanfaat di balik niatnya untuk menjalankan ibadah.

Dibalik puasa, sebetulnya terjadi proses yang sungguh menyehatkan tubuh yaitu pembuangan racun-racun (detoksifikasi). Ini pula yang menjadi efek samping dari penurunan berat badan.

Puasa bukan saja berguna bagi orang yang berlebihan berat badan. Tapi orang yang boleh jadi dibilang kurus pun penting menjalankan cara tersebut. Pasalnya, racun-racun di dalam tubuh bisa keluar dan tidak menumpuk yang kemudian bisa berubah menjadi penyakit.

Eskresi atau pembuangan sisa makanan yang natural misalnya melalui pori-pori kulit yang berwujud keringat atau dari sisa pencernaan, tidaklah cukup.

Pola makan, pola hidup dan pencemaran yang terjadi saat ini amat tidak mendukung kesehatan tubuh. Berpuasa bertujuan membuang racun-racun yang sudah menumpuk lama dalam tubuh sehingga tubuh pun menjadi benar-benar sehat. Hampir semua penyakit dapat dibantu kesembuhannya dengan cara berpuasa.

Jumlah dan Mutu Asupan

Cara berpuasa yang baik untuk hal kesehatan yakni tidak memasukkan asupan yang berlebihan terutama yang tidak menyehatkan. Dan mengurangi pemborosan energi hingga energi yang dihasilkan tubuh betul-betul untuk merontokkan semua racun.

Penghematan energi bisa dilakukan dengan puasa seperti cara kaum muslim menjalankannya yakni makan hanya selepas Maghrib hingga sebelum Subuh. Atau cara lain yakni hanya dengan mengkonsumsi buah dan sayuran saja. Bahkan ada yang lebih ekstrem lagi hanya minum air putih saja.

Tidaklah benar kalau selepas puasa, justru seseorang akan kembali melakukan pola makan sebelumnya. Caranya yakni dengan tidak memperhatikan jumlah serta mutu makanan tersebut. Asupan yang terlalu berlebihan setelah berbuka puasa menyebabkan proses pembuangan racun menjadi tidak sempurna.

Proses pembuangan racun sebaiknya dilakukan paling tidak setahun sekali selama 30 hingga 40 hari, tergantung kondisi tubuh. Sebenarnya tubuh sendiri pun akan memberikan semacam indikator bilamana harus berpuasa.

Indikator tersebut muncul melalui berbagai gejala seperti: sering sakit kepala, asma, sinusitis dan mudah alergi. Di samping itu akan sering terjadi pula gejala seperti sering pilek, batuk, flu, kembung, mag, kulit berjerawat.

Belum lagi gejala lain yang menonjol semisal keputihan, napas dan keringat bau tak sedap serta kelebihan berat badan. Jika gejala-gejala tersebut sering muncul, itulah indikator saatnya menjalankan puasa untuk kesehatan.

Hanya perlu diperhatikan agar tidak terlalu memaksakan diri. Meski tubuh terasa kuat bukan berarti puasa harus diteruskan setelah menjalankannya 40 hari. Karena kemampuan tubuh menyediakan makanan atau sumber energi maksimum hanya bisa hingga 40 hari.

Selebihnya, tubuh akan kelaparan dan kekurangan energi. Tubuh akan menjadi tidak hanya sekedar kurus melainkan juga kering, keriput dan tak tahan terhadap penyakit. (Humas dan Infokom JMKI Farmasi Unpad/sinar harapan/sedap-sekejap.com/pr/pir)

•August 25, 2008 • Leave a Comment

Serba-serbi Penyakit Lupus

Lupus hanya menyerang orang Asia?

Lupus 2-3 kali lebih sering terjadi pada Amerika Afrika, Hispanik, Asia, penduduk asli Amerika.

Apakah genetik yang bersalah?

Penyebab pastinya belum diketahui. Ada kemungkinan Lupus disebabkan kombinasi beberapa faktor. Contohnya, faktor genetik dan pemaparan terhadap faktor pencetus dapat mengakibatkan berkembangnya Lupus. Saat ini, belum ada pemeriksaan genetik untuk menentukan siapa yang berisiko dan yang tidak.

Ada kecurigaan bahwa Lupus dapat diturunkan di dalam keluarga. Namun, jika seorang pria atau wanita dalam keluarga ada yang terkena Lupus maka belum tentu anaknya akan kena Lupus. Hanya sekitar 7% anak akan tertular Lupus dari Ibu yang menderita Lupus di Indonesia. Namun, Yayasan Lupus Amerika menyebutkan jumlahnya sekitar 5%.

Hanya wanita yang menderita Lupus?

Baik wanita maupun pria bisa terkena Lupus. Namun, Lupus 10-15 kali lebih sering terjadi wanita dewasa dibanding pria dewasa. Sekitar 90% pengidap Lupus adalah wanita. Hal inilah yang membuat banyak orang berkesimpulan bahwa hormonlah yang bersalah. Namun, lagi-lagi belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hal tersebut karena masih dalam tahap penelitian.

Penderita Lupus boleh hamil?

Usia wanita yang rentan serangan Lupus adalah 15-44 tahun. Wanita adalah makhluk yang diberi karunia untuk bisa mengandung. Dengan penyakit Lupus yang paling banyak menyerang wanita, maka timbul pertanyaan apakah penderita Lupus boleh hamil?

Lupus dapat mengganggu kehamilan sehingga terjadi keguguran, gangguan perkembanganjanin atau bayi lahir mati. Sebaliknya kehamilan dapat memperburuk gejala Lupus. Akan tetapi bukan berarti penderita Lupus tidak boleh hamil. Penderita Lupus boleh hamil kecuali mereka yang sakit berat di ginjal, otak, paru-paru dan jantung.

Syaratnya penderita dalam kondisi remisi, yaitu keluhan fisik sudah teratasi dan tidak muncul selama 3-6 bulan. Misalnya sendi tidak terasa nyeri, rambut tidak rontok lagi dan pemeriksaan laboratorium mrnunjukkan antiDSDNA membaik, kadar C3 dan C4 normal.

Penderita Lupus yang pernah mengalami keguguran perlu mewaspadai adanya sindrom antibodi antifosfolipid (APS) yaitu terbentuknya antibodi abnormal yang menyebabkan tromboemboli atau bekuan dalam sirkulasi darah yang menyebabkan kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh. Jika terjadi pada plasenta, pasokan darah dan nutrisi pada janin akan terganggu dan terjadi keguguran.

Odapus wanita tidak boleh minum pil KB?

Penderita Lupus boleh minum pil KB. Pil KB yang paling aman untuk Odapus adalah yang hanya mengandung progesteron yang biasa disebut minipil atau IUD yang mengandung progestogen atau KB suntik depo.

Lupus disebabkan pemanis buatan?

Telah beredar melalui email akan bahaya pemanis buatan aspartam yang disebut dapat mencetus Lupus. Yayasan Lupus Amerika (LFA) telah berkonsultasi dengan Ketua Konsil Medis LFA sekaligus peneliti lupus terdepan yang berspesialisi pada faktor lingkungan, yaitu Evelyn Hess, MD, MACP, MACR.

Dr. Hess mengatakan bahwa saat ini belum ada bukti spesifik yang menunjukkan kaitan aspartam sebagai penyebab atau memperparah Lupus. Odapus sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokternya sebelum melakukan perubahan dalam penanganan medis, makanan, olahraga atau kegiatan rutin lainnya berdasarkan informasi yang diperoleh dari internet atau sumber lain yang tidak dapat dipercaya.

Kaitan Sklerosis Multipel dengan Lupus?

Sklerosis Multipel dan lupus adalah penyakit otoimun. Namun, diagnosa dan penanganannya sangat berbeda. Tidak ada kaitan antara keduanya. Bagaimanapun, Lupus dikenal dengan peniru ulung sehingga kadang meniru gejala Sklerosis Multipel.

Lupus mematikan?

Dengan pengobatan yang baik, sekarang angka kematian akibat Lupus rendah sekali di bawah 10% Jadi sebagian besar pasien terkontrol baik dengan obat-obatan dan dapat bekerja melakukan aktivitas sehari-hati dengan normal. Obat-obat tersebut memang mempunyai efek samping, tapi bila diberikan dengan benar, maka efek sampingnya sedikit sekali dan manfaatnya jauh lebih banyak.

Lupus bisa kambuh?

Penyakit Lupus termasuk penyakit menahun yang ditandai dengan kekambuhan, bahkan gejalanya muncul bisa lebih berat. Sebaiknya jaga kondisi fisik dengan terus minum obat dan lakukan gaya hidup sehat untuk Odapus seperti menghindari sinar UV dan makan makanan dengan gizi seimbang.

Sumber : www.lupus.org